Jumat, 20 Juli 2012

Puasa Dan Gerakan Perlawanan

Puasa pada Hakikatnya adalah Menahan segala Nafsu atau lebih tepat mengurangi tingkat kepuasan Dunia dan berlomba-lomba mendekatkan diri pada Tuhan YME.
                                                                                     
                                                                                                                         Apa hubungannya dengan Gerakan Perlawanan???

Dalam hakikatnya Puasa merupakan perintah Tuhan agar manusia mengurangi kesenangan Duniawi dan lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Kita ketahui abad modernisasi yang mengatas namakan Globalisasi yang berlandaskan pada Teori-Teori kapitalisme, teori itu menganjurkan agar Masyarakat untuk mengutamakan Budaya konsumtive agar tercipta keseimbangan Pasar antar Komsumen dan Produsen. Kapitalism merupakan sistem yang menopang pada Budaya konsumtive untuk menguasai Dunia.



Konsumtive masyarakat di gambarkan Pada ekonomi Mikro dalam Teori utilitas. Dimana pendapatan seseoarang akan di lihat pada tinggkat konsumtivenya. Jika Seorang mengkonsumsi barang melebihi kebutuhannya maka orang tersebut menghasilakan Pendapatan yang besar, itulah gambaran masyarakat kapitalis. Apa yang dikatakan oleh Anggasari (dalam Sumartono, 2002) mengatakan perilaku 
konsumtif adalah tindakan membeli barang-barang yang kurang atau tidak diperhitungkan sehingga sifatnya menjadi berlebihan. Lebih lanjut Dahlan (dalam Sumartono, 2002) mengatakan perilaku konsumtif yang ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan, penggunaan segala  hal yang dianggap paling mahal yang  memberikan kepuasan dan kenyamanan fisik sebesar-besarnya serta adanya pola hidup 
manusia yang dikendalikan dan didorong oleh semua keinginan untuk memenuhi hasrat 
kesenangan semata-mata

Jelas Budaya konsumtive ini bertentangan dengan Ajaran Islam, mengacu pada ayat-ayat Al-qur'an

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batasSesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas(Qs 5:87 

Islam sangat Menentang Budaya Konsumtive yang berlebihan dalam bentuk apapun. Umat Muslim seharusnya memanfaatkan Momen Puasa untuk menahan Nafsu yang berlebihan dan jangan mengumbar-umbar nafsu konsumtive. Puasa seharunya di jadikan latihan untuk menabung, Menabung Pahala dan Menabung Pendapatan.

Namun bagi seorang yang kritis akan kondisi Dunia, dimana Hegemoni kapitalis menjadi kuasa. Maka Momen Puasa ini akan di jadikan alat Perlawan untuk memerangi Kapitalisme dengan cara mengurangi Tingkat Konsumtive dan memberikan pencerahan kesadaran terstruktur kepada masyarakat Luas.

Bulan Ramadhan bagi orang-orang Nasionalis, Agama, Komunis (Nasakom) bukan hanya sekedar Beribadah Pada Tuhan YME, melainkan sebagai alat GERAKAN PERLAWAN Terhadap DUNIA GLOBAL.

Mari kita Wujudkan Cita-Cita Bung Karno dalam Mewujudkan Masyarakat NASAKOM.  

0 komentar :

Posting Komentar