Telanjang kau berbaring, mengingatkan pada Bumi
Bumi yang licin dan kuda-kuda perawan,
Bumi licin tanpa kemerut, murni ujud,
tertutup masa Depan : berbatasan perak.
Aku melihatmu telanjang, kupahami lalu kecemasan
hujan mencari benih-benih ranumbelia,
demam laut di wajah terbentang
tanpa menjumpai kilau permainan.
Melalui ranjang-ranjang darah menggelora
dan datang merengkuh besi-besinya mengkilat,
tapi di mana berlindung akupun tak tahu
untuk jiwaku cacat atau lembayung.
Perutmu adalah pertarungan mengakar,
bibir-bibirmu adalah fajar tanpa kontur.
Di bawah mawar-mawar hangat ranjangmu
Ajal menritih menunggu giliran,, #PuisiMalam #Lorca
Engpunk Amateur Poet Post Colonials or Post Moderns?? :))
0 komentar :
Posting Komentar