Senin, 10 Juni 2013

Pendosa tengah malam di Persimpangan Kiri Jalan!!!

              Ada seorang laki-laki yang hidup di kota yang sudah tak Asri lagi, tak sejuk lagi, dan pasti suda tercemar oleh asap laknat kendaraan maupun pabrik, ditambah lagi semakin banyaknya Gedung-Gedung megah kokoh berdiri. Pemuda ini datang ke kota awalnya ingin belajar dan mencari ilmu di sebuah Universitas, memiliki cita-cita sebagai seorang Karyawan kantoran. Ya mimpi kebanyakan pemuda saat ini, Kuliah, Wisuda dapat ijazah, lalu kerja dan ucapkan Ijabzah. Mimpi yang sangat sempit dari kanvas kehidupan yang hanya berwarna 3 macam tanpa ada kombinasi ataupun Gradiant, hidup ini terlihat membosankan, lalu apa bedanya dengan kematian bahkan lebih indah kematian rasanya, jika mati masuk neraka kita akan banyak mengalami berbagai macam Siksa, Jika mati masuk Surga, kita dapat banyak keindahan dan di kelilingi 72 bidadari Surga dan berkencan dengan berbagai Varian, hehehe indahnya!!!berkencan dengan berbagai macam Gaya. 



              Tak terasa udah beranjak naik tingkat semester, dia terjebak dalam kehidupan berorganisasi dan sangat menikmati hidup di jalan aktivis, dari sini dia juga berkenalan dengan orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan. Pada saat itu pula dia berkelana di jalan kiri, keingintahuannya yang besar membuat dia tak mengenal siang dan malam, bahkan sebelum dia mengenal Revolusion, dia telah mereRevolusi kehidupannya, tampak dari pola Tidurnya, Malam dia berkelaana di Kiri jalan, Siang dia Tidur dan mimpinya di penuhi duri-duri yang membentang di kiri jalan.          

Saat di tanya tentang kuliah dan semester berapa?? terkadang dia menjawab "Di atas normal", "lupa semester berapa", atau "Melebihi kuota yang di berikan Kampus", berbagai macam jawaban di lontarkan untuk menjawab pertanyaan yang kusam tentang kuliahnya,,

Cita-cita kerja di suatu perusahaan besar multi coreporate dia pendam dalam-dalam, hingga bau bangkainya tak tercium. Dalam benaknya saat ini hanyalah mimpi utopis tentang kehidupan yang merdeka, Menjadi seorang Pelancong, Jalan-jalan ke berbagai tempat bertemu dengan banyak orang dengan karater yang berbeda-beda, dengan kata lain "Berinteraksi, Komunikasi dengan banyak orang", bagaikan bercinta dengan banyak Varian,, :)

Dia terinspirasi bahkan terobsesi dari tokoh Nasional dan pahlawan bangsa "Tan Malaka", Melancong hingga kepelosok negri. Namun dia berdo'a semoga nasibnya tak seperti sang Pahlawan sejati Tan Malaka, yang mati di tangan Anak2nya sendiri, di bunuh oleh anak2 bangsa sendiri, atau hanya menikahi Revolusi, hingga akhir hayatnya menjadi Bujang Lapok.


0 komentar :

Posting Komentar