Kamis, 28 Maret 2013

PRINSIP MATERIALISME


Materialisme mempunyai peranan penting pada pertengahan abad 19. Ia menjadi aliran filsafat yang cukup besar dan populer pada saat itu. Tapi materialisme yen berkembang bukanlah materilisme metafisik dari tradisi

Aufklarung , tapi lebih cenderung marxisme.Materialisme yang meneruskan tradisi Aufklarung, biasa disebut materialisme mekanis. Materialisme ini memandang manusia seperti sebuah mesin, atau mereduksi seluruh tingkah laku manusia menurut hukum fisika dan kimia. Tokoh materialisme ini adalah Ludwig Bouenchner (1824-1899) dengan sukses besar dengan karyanya Kraft und Stoff (Daya dan Materi) dan Ernst Haeckel (1834-1919) yang mempopulerkan teori evolusi dengan menggunakan
prinsip-prinsi materialisme.


Materialisme yang timbul sebagai reaksi terhadap idealisme
Tokoh-tokoh penting dari materialisme ini adalah:
Ludwig Feuerbach 91804-1895)
Karl Marx (1818-1883)
Friedrich Engels (1820-1895)

MATERIALISME
Menurut Engels, materialisme pra-Marx gagal memahamai dan menjelaskan
perkembangan dan gagal menginterpretasikan persoalan-persoalan sosial
(Dutt, 1964)

Materialisme marx bukan paham yang menyetakan bahwa segala sesuatu adalah
materi seperti yang diajarkan Mazhab yang dipimpin Molenschott dan
Buechner, melainkan bahwa kebudayaan didasarkan atas pertimbangan
ekonomis.
Justru mengakui peranan subjek yang aktif; manusia dijadikan kunci untuk
memahami realitas dan materi.

Materi bukan sesuatu yang pasif dan lemah, tetapi penuh kekuatan dan
energi. Pengertian materi ini sering digunakan untuk mengungkapkan hal-hal

(Bottomore, 1982):
1. Kehidupan material (material life)
2. kondisi-kondisi kehidupan material (material condition of life)
3. Kekuatan-kekuatan produktif material (material productive force)
4. Cara produksi kehidupan material (modes of production of material life)
5. transformasi material kondisi produksi eknomi (material transformation
of the economic condition of production)

Marx menyebut sismtem filsafatnya "sosialisme ilmiah" (Socialism
scientific) yang berarti perlawanan terhadap segala bentuk utopia yang
idealistik, sebagaimana eksperimen Owen dan Kingsley yaitu membangun
komunitas ideal atas dasar prinsip-prinsip Kritiani, yang dianggap hanya
sebagai katalistik.

Sosialisme ilmiah juga perupakan perlawanan terhadap bentuk idealisme dan
positivisme, menurut Marx siapa saja yang menganggap alam sebagai simbol
keilahian dan berbicara secara teologis termasuk dalam katagori
prailmiah. Positivisme ditentang karena berakhir pada "skeptisisme
ilmiah" dan gagal mempengaruhi masyarakat. Marx lebih menaruh perhatian
pada perubahan dan reinterpretasi proses alam dibanding menjelaskan
hukum-hukum alam seperti yang dilakukan positivisme.

DIALEKTIKA
Metode Marx dikenal dengan nama-yang diperkenalkan oleh Engels-"dialektika
materialisme"; yang memadukan materialisme dengan dialektika kepada suatu
bentuk kesatuan organik (Dutt, 1964)

Dialektika secara etimologis, dalam kata Yunani, berarti suatu seni
berdiskusi dengan aturan-aturan khusus atau seni berdebat atau disebut
juga seni penyelidikan kebenaran opini (Mayo, 1960). Metode dialektika
dikembangkan dengan serius oleh kalangan Hegelian. Dialektika Hegel
sebenernya mengikuti suatu silogisme. Argumen Hegel meyatakan(Mayo, 1960):

1.Ide-ide berkembang melalui proses dialektika
2.Dunia eksternal merupakan perwujudan dunia ide (kesadaran/"IdeAbsolut")
3.Maka dunia eksternal berkebang atau berproses secara dialektik

Dialektika Hegel yang idealis ini ditolak Marx karena mendeduksikan hukum
dialektika bukan dari kenyataan tapi dari kesadaran. Marx merubah
dialektika subjektif Hegel ke dialektika onjektif
Pengaruh Hegel ini mensintesis pengaruh Feuerbach yang berhasil dalam
mengatasi materialisme mekanis , tapi gagal memahami materi yang
bekembangan secara dialektis, yaitu perkembangan dari tahap kuantitaif ke
tahap kualitatif. Ini berarti pengintegrasian materi dapat merubah pada
suatu hal sama sekali baru. Dengan cara ini berati kehidupan berasal dari
materi dan kesadaran manusia berasal dari kehidupan organis
(Bertens,1983).

Dialektika berarti "ilmu khusus" yang mencurahakan perhatiannya pada
masalah hukum umum tentang gerak, perubahan, dan perkembangan. Engels
memaksudkan perkembangan / perubahan itu adalah mencakup Alam, masayarakat
dan pemikiran manusia.

Dialektika disebut juga "teori ilmiah" ( a scientific teory), sebuah
metoda kognisi (a methode of cognition) dan sebuah "petunjuk aksi" (a
guide to action). Ia merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum
perkembangan yang memungkinkan menganilis masa lalu (sejarah), mengerti
dengan benar apa yang terjadi sekarang dan meramalkan masa depan (Dutt,
1964)

Menurut Plekhanov, bapak marxisme Rusia & juga guru Lenin, dialektik bukan
hanya ditemukan pada evolusi biologis tetapi juga dalam fenomena geologi,
dan Lenin perubahan dialektik ini terbukti juga dalam sejarah. Penggunaan
metodologi materialisme dialektik ini selanjutnya banyak digunakan pada
fenomena kebihupan sosial, sehingga namanya juga dikenal sebagai "historis
materialisme
.

Histors materialisme dapat disimpulakan mempunyai dua ciri dasar
(Siswanto, 1998) yaitu (1) historis materialisme mempelajari hukum
objektif umum yang mengatur perkembangan masyarakat manusia, yaitu
menyelidiki fase -fase sejarah dunia, formasi-formasi sosial-ekonomi dan
sebab-sebab objektif kemunculan dan kemusnahan dan (2) historis
materialisme selalu mempertmbangkan tata-hubungan keberadaan sosial dengan
kesdaran sosial.

Beberapa tesis dasar historis materialisme (Lenina Ilitskaya, 1978):

1.Produksi benda-benda dan sarana-sarana produksi materil atau sistem
  produksi adalah basis sejarah. Ideologi tidak lebih daripada terjemahan
  barang-barang material yangmengendap dalam kepala manusia.

2.Sejarah buakan aktifitas individu tapi aktifitas massa, group, kerja
  semua orang. Masyarakat merupakan kompleks fenomena tertinggi yang
  terjadi karena berbagai relasi dan koneksi.

3.Sejarah merupakan sebuah proses yang objektif. Sejarah berkembang
  seperti halnya proses berkembangnya alam, bebas dari intensi manusia 

4.Sejarah berkembang dari tahap paling rendah kepada tahap yang paling
  tinggi melalui pertentangan dan perjuangan kelas menuju masyarakat
  komunis, yaitu maysrakat tanpa kelas.





Daftar pustaka:
Sistem-sistem Metafisika Dunia Barat: Dari Aristoteles sampai Derrida",

Drs. Joko Siswanto, M.Hum., Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998.

Introduction to Marxist Theory", H.B. Mayo, oxford Univ Press, New York

Fundamentals of Marxism-Leinism" C. Dutt, Prrogress Publisheers, Moscow.

ABC of dialectical and historical materialism", Lenina Ilistkaya, Moscow
 Progress Publishers, 1976

0 komentar :

Posting Komentar