Tahun tetaplah Tahun, tak akan berganti Tuhan, itulah yang ada di benakku setiap Tahun baru masehi tiba. Aku memilih untuk tidak merayakannya karna tidak Sakral bagi ku. Entah alasan mereka yang merayakan Tahun baru aku tak mengerti pola pikir mereka. Bukan berarti aku tak menghormati mereka yang percaya akan mitos datangnya Tahun Baru, Tapi yang aku lihat disini sikap konsumtive berlebihan di perlihatkan oleh manusia. Di setiap akhir tahun, masyarakat dengan girang berbelanja demi mengejar Diskon besar-besaran. Kenapa ini harus di permasalahkan????????
Logika sederhana Ekonominya, Jika permintaan banyak Barang tidak mencukupi maka Barang harus di tambah/Nilai Import di tingkatkan, atau Bunga bank di naikan agar masyarakat Rajin menabung. Apa akibatnya jika ini terjadi terus menerus Tiap Tahun??? Hanya Perubahan angka yang terjadi, Berubahnya Angka Tahun, Angka Umur, Angka Harga, Angka kemiskinan, Angka Pengangguran, Angka Kriminalitas, Angka-angka yang buruk lainnya. Lantas Angka Baiknya apa???
Sebelum menjawab pertanyaan itu mari kita jabarkan Logika di atas.
Jika menambah Nilai Import sudah dapat di pastikan Pengeluaran Negara Bertambah dan Produk-produk Luar akan membanjiri pasar Domestik, Lalu apa akibatnya?? Produk lokal akan kalah Bersaing, mengingat Kreatifitas Produsen lokal sangat minim dan mudah sekali di seragamkan.
Angaka yang baik adalah jika kita mempertahankan Angka Pulau di Indonesia, Angka Provinsi karena di khawatirkan Papua jadi Negara lain.
Semoga di penghujung Tahun ini, Masyarakat tidak lagi mengutamakan Sikap konsumtivenya, namun lebih mengutamakan kebutuhannya. Kurangi Sikap Konsumtive kalian, Percaya atau tidak, Perlahan Dunia akan menjadi lebih baik,,,

0 komentar :
Posting Komentar